Situasi Pemicu Problem Penyesuaian Diri Yang Sering Dialami Siswa Tunarungu Pada SLB-B Swasta

Maria Sri Ismayasari

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui 3 situasi pemicu problem penyesuaian diri yang paling sering dialami dalam konteks relasi dengan orang tua di rumah, komunikasi, relasi sosial yang lebih luas, akademik, dan penyesuaian emosi dari siswa tunarungu di SLB-B Wiyata Dharma I Sleman, SLB-B YRTRW Surakarta, SLB-B Santi Rama Jakarta, dan LPATR Pangudi Luhur Jakarta.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Pengumpulan data memakai kuesioner tanpa skala menggunakan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. Subyek penelitian yang berjumlah 125 siswa-siswi mulai dari kelas VII SMPLB hingga kelas XII SMALB. Subyek penelitian memiliki kriteria rentang usia 14 sampai dengan 21 tahun, bersekolah di SLB-B yang menggunakan metode pengajaran bahasa Maternal Reflektif, tidak tinggal di asrama dan tidak mengalami kecacatan lain. Pengolahan data dilakukan dengan membuat tabulasi data, menghitung frekuensi jawaban dan menganalisis hasil penelitian.

Hasil penelitian dari 3 frekuensi jawaban tertinggi menunjukkan (1) Situasi pemicu problem penyesuaian diri yang paling sering dialami dalam konteks relasi dengan keluarga yaitu : (a) Sifat sensitif yang terlalu berlebihan ketika orang tua menegur dengan menampilkan wajah masam siswa tunarungu memandang sikap tersebut sebagai bentuk kemarahan orang tua. (b) Ketika siswa tunarungu merasa tidak diperhatikan pada saat berbicara dengan orang tua karena orang tua sering tidak menyadari bahwa siswa tunarungu hanya dapat memahami pembicaraan dalam posisi bercakap-cakap yang saling berhadapan. (c) Sensitivitas yang terlalu berlebih ketika tidak dilibatkan dalam suatu kegiatan bersama-sama membuat saudara kandung dipandang sering menumpahkan kemarahan terhadap siswa tunarungu. (2) Situasi pemicu problem penyesuaian komunikasi yang paling sering dialami yaitu : (a) Ketika siswa tunarungu tidak dapat menangkap setiap gerak bibir yang diucapkan orang normal karena gerak bibir mereka yang terbiasa berbicara dengan nada cepat. (b) Tidak terbiasa menggunakan bahasa lain selain Bahasa Indonesia ketika siswa tunarungu merasa kesulitan menerima informasi dalam bentuk penyampaian menggunakan Bahasa Inggris. (c) Keterbatasan konsep abstraksi bahasa ketika siswa tunarungu merasa kesulitan dalam merumuskan kata yang hendak disampaikan dalam bentuk tulisan. (3) Situasi pemicu problem penyesuaian relasi sosial yang paling sering dialami yaitu : (a) Siswa tunarungu mudah sekali menirukan kata baru tanpa mengetahui makna sesungguhnya sehingga ketika sesama tunarungu yang mengatakan suatu kata yang ditangkap bermakna kasar maka hatinya dengan mudah akan terluka. (b) Ketika siswa tunarungu sering merasa rendah diri berada di lingkungan berpendengaran normal karena menduga orang berpendengaran normal memandang cara siswa tunarungu berkomunikasi sebagai sesuatu yang tidak lazim. (c) Sifat sensitif yang berlebihan ketika merasa iri dengan siswa tunarungu lain yang sering menutupi kekurangannya dengan bersikap seolah-olah dirinya hebat. (4) Situasi pemicu problem penyesuaian akademik yang paling sering dialami yaitu : (a&b) Keterbatasan konsep dan pemahaman abstrak ketika mempelajari pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika. (c) Keterbatasan kosakata ketika mendapat PR dari guru untuk berlatih di rumah yang membuatnya tidak memahami maksud pertanyaan yang diberikan oleh guru. (5) Situasi pemicu problem penyesuaian emosi yang paling sering dialami yaitu : (a) Ketika mudah merasa terancam oleh teman-teman yang sering mengganggu karena kondisi psikologis yang labil dan terlalu sensitif. (b) Ketika mudah merasa tegang sehingga merasa ketakutan karena membayangkan makhluk halus mengerikan. (c) Mudah merasa curiga ketika dirinya tidak ikut dilibatkan melakukan sesuatu bersama teman-temannya siswa tunarungu merasa dikhianati oleh teman-temannya.

Kata kunci : situasi pemicu, problem penyesuaian diri, siswa tunarungu

—————————————————————————————————————————————————-

CIRCUMSTANCES WHICH TRIGGERED THE ADJUSTMENT
PROBLEMS WHICH MOSTLY HAPPENS ON STUDENTS IN NONGOVERNMENT
SPECIAL SCHOOL FOR THE DEAF

Maria Sri Ismayasari

ABSTRACT

The aim of this research was to study circumctance which triggered adjustment problems of hearing impaired students of Wiyata Dharma I Special School for the deaf in Sleman, YRTRW Special School for the deaf in Surakarta, Santi Rama Special School for the deaf in Jakarta, and Pangudi Luhur Special School for the deaf in Jakarta which mostly happen in adjustment process toward relation with parents dan siblings at home, communication, larger social relations, academic, and emotional adjustment. This research was descriptive which applied survey method. The data collecting was done by questionnaire without scale and applied the combination of open and close questions. The research subjects was 125 students from 7th grade Junior High School Special Education until 12th grade Senior High School Special Education. The data processing was executed by tabulating the data, calculating the frequency of the answer, and analyzing the output of the research.

The research from 3 highest frequency resulted that (1) Adjustment problem in context of family relations which mostly happen are : (a) Over-sensitive nature when their parents admonished by displaying awry face to hearing impaired students who view that attitude as a form of angriness. (b) When deaf students was not taken into consideration talking with their parents because the parents often do not realize that deaf students can only understand speech in a position to talk to one another. (c) Over-sensitive of deaf students that often seen spilling anger
against deaf students when their siblings didn`t invite them in an activity together. (2) Communiaction adjustment problem of hearing impaired childrent which mostly happen are : (a) When deaf students who can not catch every movement of the lips that uttered a normal person because their lips are used to speaking in a tone quickly. (b) When Deaf students felt difficult to accept the information in the form of the transfer to English because they are not accustomed to hearing another language than Indonesian. (c) Limitations of the concept of language abstraction when deaf students had difficulty in formulating the words to be submitted in written form. (3) Social relation adjustment problem which mostly happen are : (a) Deaf students easily imitate new words without knowing what it really means so when their deaf friends says unrespectfull words, they easily get hurted. (b) When deaf students often feel inferior in a normal environment because they thought that hearing people see them as strange person. (c) The nature of the excessive sensitivity when feeling jealous of the deaf students often mask deficiencies by acting as superior person. (4) Academics adjustment problem which mostly happen are : (a & b) Limitations and understanding of abstract concepts when learning English and Mathematics subjects. (c) The limited vocabulary when deaf students got homework that they can not understanding the purpose of its questions. (5) Emotional adjustment problems which mostly happen are : (a) Psychological condition of deaf students is not stable and too sensitive, so they easily feel threatened by other deaf friends that often interfere them. (b) Over-sensitivity made them easily felt scared because the thought of a terrifying ghost. (c) Deaf students easily feel suspicious so they felt betrayed by his friends when deaf students did not get involved doing something with their deaf friends.

Keywords : Circumstances which triggered adjustment problems, deaf students

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s