Orientasi & Mobilitas Tunaganda Buta-Tuli

ABSTRAK

Glorya Monalisa Napitu (2009). Deskripsi Orientasi dan Mobilitas Seorang Penyandang Tunaganda Buta-Tuli Yang Telah Megukuti Pendidikan di HKI. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kemampuan orientasi dan mobilitas (O&M) seorang penyandang tunaganda buta-tuli yang telah mengikuti pendidikan di HKI, dalam mengenali lingkungan serta bergerak secara bebas, aman dan mandiri. Keterbatasan indera penglihatan dan pendengaran berdampak pada kesulitan untuk melakukan pengenalan terhadap stimulus objek, sehingga menghambat proses pemaknaan dan pembentukan konsep mengenai lingkungan sekitar. Terhambatnya proses pemaknaan dan pembentukan konsep lingkungan sekitar mengakibatkan penyandang buta-tuli memiliki mobilitas terbatas.

Subjek penelitian ini adalah seorang remaja putri berumur 15 tahun penyandang buta-tuli akibat virus rubella ketika masih dalam kandungan. Subjek memiliki tingkat penglihatan berat (2/30,5), dan tingkat kehilangan pendengaran berat sekali (≥90dB). Metode penelitian ini adalah deskripsi-studi kasus. Metode deskripsi-studi kasus adalah suatu penelitian yang menggambarkan secara akurat mengenai fakta dan karakteristik dari suatu kasus tertentu yang dialami individu. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan bantuan media video recorder, dan wawancara terhadap pembimbing subjek sebagai sumber informasi. Teknik verifikasi menggunakan konfirmabilitas (validasi komunikatif) atas data hasil penelitian dan wawancara kepada orang yang memahami subjek yaitu guru pendamping, serta menggunakan sumber data majemuk (wawancara dengan orang dekat dan observasi langsung).

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa subjek memiliki kemampuan Orientasi dan Mobilitas yang baik dalam melakukan identifikasi terhadap objek, memahami pola keruangan, serta pemahaman konsep mengenai lingkungannya. Subjek juga mampu bergerak serta berpindah tempat secara aman dan mandiri. Namun, kemampuan O&M yang dimiliki subjek terbatas pada lingkungan yang sudah subjek kenal dengan baik (familiar), untuk lingkungan baru, subjek masih membutuhkan pendamping untuk membantunya melakukan pengenalan pola dan ruang lingkup dari pergerakannya. Faktor utama pendukung keberhasilan pengembangan kemampuan O&M adalah sikap pantang menyerah, dan terus melatih fungsi dari indera-indera sensoris, serta organ-organ motoriknya. Selain itu, pengajaran tehnik penggunaan alat bantu mobilitas diperlukan oleh subjek saat melakukan perjalanan ke lingkungan yang asing bagi subjek, sehingga subjek mampu melakukan perjalanan secara aman dan mandiri.

Kata kunci : Orientasi dan Mobilitas (OM), Ketunaan Ganda, Buta-Tuli.

—————————————————————————————————————————————-

ABSTRACT

Glorya Monalisa Napitu (2009). Orientation and Mobility Description of A Deaf-Blind Girl Student from HKI. Yogyakarta: Faculty of Psychology, Sanata Dharma University.

The purpose of this qualitative study is to acquire an overview of the orientation and mobility skill of a deaf-blind girl student from HKI. This skill is crucial for a deaf-blind person in term of recognizing objects in their surrounding so they can manoeuvre freely and independently. The loss of visual and hearing sense have a negative impact on their abilities in identifying objects, and subsequently hinder the development of their interpretation and environment conceptual process. These cause them to have a limited space and mobility.

The subject is a 15 years old deaf-blind girl with a 2/30,5 visual acuity (severe impairment) and ≥90dB hearing acuity that falls to hard of hearing category. Her condition was caused by the rubella virus; her mother conceives when she was in her mother womb. The research use descriptive–study case method. A descriptive–study case method is a research technique to acquire an accurate overview on facts and characteristics of a case. The technique used to collect research data was observation using a video recorder, and interviews with the subject’s tutor. The verification technique used in the research was the confirmability (communicative validation) of the research data with the data derived from interviews with the subject’s tutor and significant others and also data from direct observation.

The research results show that the subject have a good orientation and mobility skill in identifying objects, recognizing spatial pattern, and in forming conceptual understanding of her environment. The subject also has a relatively free and independent mobility. But her O&M skill is limited to a familiar surrounding, in a new environment the subject still need a guide to help her in recognizing the spatial pattern. The major factor that influences the success of O&M skill development is perseverance in practicing the remaining sensory sense and movement organ. Also teaching the use of mobility devices is needed so a deaf–blind person can travel freely and independently.

Key word : Orientation & Mobility (OM), Deaf-Blindness.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s