Lumbung Ide Gandeng Yayasan Mitra Netra Gagas Program

Kamis, 22 Januari 2009 | 01:07 WIB

Kompas/Priyambodo

Sebanyak seratus peserta tunanetra dari berbagai daerah mengikuti kompetisi komputer bagi tunanetra di Auditorium BPPT, Jakarta, Kamis (23/11). Keterampilan dan kemampuan menggunakan komputer yang dimiliki para tunanetra ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk memperoleh kesempatan kerja.

JAKARTA, KAMIS–Menjelang akhir tahun 2008 lalu, lahir sebuah organisasi nirlaba baru bernama Lumbung Ide oleh individu-individu yang memiliki visi yang sama terhadap pengembangan manfaat media bagi masyarakat. Sebagai sebuah organisasi berbentuk media partisipatori, Lumbung Ide memfokuskan program-program interaktifnya pada pengembangan dan pemberdayaan potensi masyarakat melalui pendekatan budaya populer.

Direktur Lumbung Ide, Amin Shabana mengatakan, “Kelompok sasaran program-program kami adalah kelompok-kelompok masyarakat marjinal seperti penyandang cacat, TKW, dan kelompok masyarakat marjinal lainnya. Perbedaan Lumbung Ide dengan organisasi pemberdayaan masyarakat lain terletak pada cara kami melibatkan kelompok sasaran. Kalau organisasi pemberdayaan masyarakat lain melibatkan kelompok sasaran mereka sebagai objek, maka Lumbung Ide melibatkan kelompok sasarannya sebagai subjek atau pelaku aktif. Kami bertindak sebagai pihak yang membantu memberi akses pada kelompok marjinal tersebut untuk menyuarakan aspirasi atau kepentingan mereka dengan cara menciptakan karya-karya budaya populer, seperti menulis buku, membuat film, komik, fotografi, ataupun bentuk-bentuk budaya populer lain.”

Dalam salah satu program yang akan digagas pada tahun 2009 ini, Lumbung Ide menggandeng Yayasan Mitra Netra – organisasi nirlaba yang memusatkan perhatiannya pada upaya peningkatan partisipasi dan kualitas tunanetra di bidang pendidikan dan lapangan kerja – melaksanakan Program Produksi Karya Muda Kreatif bertajuk Baca Karya Kami.

Manajer Program Lumbung Ide, Mila K. Kamil mengatakan program bertema Baca Karya Kami merupakan  bentuk apresiasi pihaknya terhadap kelompok tunanetra yang selama ini termarjinalkan secara sistemik. “Sebetulnya sudah banyak tunanetra Indonesia yang bisa menuangkan ide-ide mereka dalam tulisan serta menggunakan komputer. Dengan membuka akses mereka ke dunia penulisan dan penerbitan buku profesional, kami berharap, kesempatan mereka untuk berkarya, mengekspresikan diri, dan menyuarakan aspirasinya di tengah-tengah masyarakat umum akan lebih terbuka lagi.”

Program Baca Karya Kami yang direncanakan berlangsung mulai bulan Maret hingga Desember 2009 sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

•Penerbitan Antologi 50 Puisi Tunanetra. Ke-50 karya ini merupakan karya-karya terbaik peserta Lomba Cipta Puisi Tunanetra tahun 2000 yang diselenggarakan oleh Yayasan Mitra Netra.
•Seminar Motivasi dan Peluncuran Antologi 50 Puisi Tunanetra.
•Roadshow Pelatihan Menulis untuk Tunanetra di Makasar, Solo, dan Jakarta. Pelatihan ini rencananya akan melibatkan sejumlah penulis terkemuka seperti FX Rudi Gunawan, serta penulis tunanetra seperti Eko Ramaditya Adikara (penulis buku otobiografi dan motivasi diri Blind Power) dan Masharto Alfathi (penulis novel Layang-layang Putus).
•Pameran Teknologi Adaptasi untuk Tunanetra dan Peluncuran Antologi  Tulisan hasil Roadshow Pelatihan Menulis untuk Tunanetra. Dalam event ini, akan dipamerkan berbagai literasi dan teknologi bantu yang digunakan oleh tunanetra dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, seperti buku Braille, screen reader program yang memungkinkan para tunanetra mengoperasikan komputer, Digital Talking Book player, dan banyak lagi. Sebagai komparasi dengan kemajuan yang telah dicapai oleh tunanetra Indonesia, dalam pameran ini, akan ditampilkan pula teknologi adaptasi yang digunakan oleh tunanetra dari negara lain yang sudah lebih maju.

Sementara itu Humas Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Lumbung Ide. “Kami menyambut baik kelahiran media partisipatori seperti Lumbung Ide ini. Kalau yang bicara tentang kepentingan tunanetra adalah tunanetra sendiri, maka itu hal yang wajar. Tapi kalau yang bicara untuk kepentingan tunanetra adalah sahabat-sahabat yang bukan  tunanetra, maka itu adalah sesuatu yang membuat kami merasa disayangi dan dihargai. Itu berarti, kami tidak sendirian dalam memperjuangkan aspirasi.”

Program-program yang diselenggarakan Yayasan Mitra Netra secara umum bertujuan untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan para tunanetra atau penyandang masalah penglihatan, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang mandiri, cerdas, produktif serta dapat berfungsi di masyarakat sesuai bidang masing-masing. Dan melalui program Roadshow Pelatihan Menulis ini, Aria berharap akan muncul lebih banyak lagi penulis-penulis profesional di kalangan tunanetra. Pada gilirannya ini akan membangkitkan motivasi para tunanetra lainnya untuk berkarir dan berkarya di berbagai bidang yang lain sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

Tentang Lumbung Ide
Didirikan pada 1 November 2008, Lumbung Ide (LI) merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang media partisipatori dengan fokus program pada pengembangan potensi lokal kelompok masyarakat melalui pendekatan budaya populer, misalnya film (khususnya dokumenter), radio, komik, fotografi, dan lain-lain. Pengembangan program yang dilakukan mengangkat isu seputar sosial-budaya, lingkungan dan pendidikan yang terjadi di tanah air. Beberapa bentuk program interaktif yang dikembangkan antara lain adalah workshop dan training media kreatif, diskusi, dan produksi media kreatif.

Tentang YMN
Yayasan Mitra Netra (YMN) didirikan di Jakarta pada 14 Mei 1991. Lembaga  nirlaba ini memusatkan programnya pada upaya meningkatkan kualitas dan partsipasi tunanetra di bidang pendidikan dan lapangan kerja. Program yang dilakukan antara lain adalah konseling, pelatihan membaca dan menulis Braille, pendampingan ke perguruan tinggi, produksi buku Braille dan buku bicara (talking book), perpustakaan Braille online, pusat layanan internet bagi tunanetra, bimbingan karir dan peluang kerja, litbang teknologi dan masalah sosial, serta publikasi.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2009/01/22/01072175/lumbung.ide.gandeng.yayasan.mitra.netra.gagas.program.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s