Difabel Belum Dapat Nikmati Pendidikan


Selasa, 14 April 2009 | 02:37 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.COM–Difabel usia sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang jumlahnya cukup banyak hingga kini belum dapat menikmati pendidikan disebabkan kurangnya kesadaran orang tua  memasukkan anaknya ke sekolah bagi anak berkebutuhan khusus.

“Orang tua kurang menyadari pentingnya pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus, selain itu mereka juga malu untuk memasukkan anaknya ke SLB (sekolah luar biasa) atau sekolah inklusi,” kata Pengawas Pendidikan Luar Biasa (PLB) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Mustofa, di Yogyakarta, Senin.

Kompas/Irma Tambunan
Sejumlah kaum difabel, yang bergabung dalam usaha Mandiri Craft di Kabupaten Bantul,
memproduksi kerajinan berupa mainan anak dan puzzle, November lalu.
Dalam keterbatasan fisik, mereka mampu menghasilkan karya yang diekspor
ke sejumlah negara di Eropa.

Saat ini, kata dia, di DIY terdapat sekitar 3.500 anak difabel yang sudah mengenyam pendidikan di bangku sekolah, baik SLB atau sekolah inklusi.

“Namun, masih ada sekitar 1.400 anak difabel yang belum menikmati pendidikan. Jumlah tersebut hanya jumlah yang terdata, dan diperkirakan masih ada anak difabel lain yang belum terdata sehingga jumlahnya akan semakin banyak,” paparnya.

Di DIY terdapat 70 sekolah inklusi dan 64 SLB yang tersebar di lima kota dan kabupaten yaitu, 26 SLB di Sleman, 16 SLB di Bantul, 8 SLB di Yogyakarta, 7 SLB di Gunungkidul dan 7 SLB di  Kulonprogo.

Mustofa menyatakan, jumlah SLB di Gunungkidul dan Kulonprogo masih kurang mengingat kondisi geografis wilayah yang luas karena angka ideal adalah satu kecamatan terdapat satu SLB.

Seperti di Gunungkidul, lanjut dia, SLB banyak terdapat di wilayah utara dan barat, namun masih sangat kurang di wilayah selatan.

“Kesulitan akses ke sekolah juga menyebabkan banyak orang tua yang malas memasukkan anaknya ke SLB. Tahun ini rencananya akan ada penambahan 10 sekolah inklusi,” katanya.

Anak difabel di DIY didominasi oleh tuna grahita, kemudian tuna rungu dan tuna netra, meski ada juga tuna ganda.

Sumber : Ant

http://www.kompas.com/read/xml/2009/04/14/02372078/difabel.belum.dapat.nikmati.pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s