Tunanetra Ikuti Lomba Baca

Sel, Agu 11, 2009

MEDAN (Berita): Pesta Buku Sumatera Utara 2009 berbeda dari tahun sebelumnya. Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah (BPAD) Sumatera Utara kali ini memberikan kesempatan kepada peserta tunanetra untuk tampil pada lomba baca braile yang diuji pada Selasa [11/08] .

Kepala Baperasdasu Syaiful Syafri kemarin mengatakan, perlombaan baca braile itu diadakan karena memenuhi aspirasi masyarakat tuna netra yang ingin dilibatkan pada pesta buku.

“Aspirasi masyarakat tunanetra itu kita respons, sebab mereka juga punya hak untuk mengikuti pesta buku, meskipun mereka buta. Untuk itu kita siasati dengan mengadakan lomba baca braile,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, pengunjung maupun peserta lomba pada pesta buku Sumut 2009 ini tidak ada batasan. Siapa saja bisa masuk dan mengikuti lomba tanpa dikenakan biaya dengan memenuhi ketentuan dari panitia.

Syaiful mengaku diadakannya lomba baca braile itu seiring dengan adanya fasilitas ruang baca buku khusus tunanetra yang terealisasi pada akhir Juli 2009.    “Dengan terpenuhinya sarana dan prasarana bagi masyarakat tuna netra tersebut, maka Sumut menjadi satu-satunya perpustakaan di Indonesia yang dilengkapi fasilitas itu, sehingga diharapkan menjadi perpustakaan yang kreatif dan bisa membawa nama baik Sumatera Utara ke tingkat nasional,” kata Syaiful.

Untuk itu Syaiful menyatakan rasa puas dan bangga karena Sumatera Utara menjadi satu-satunya perpustakaan daerah yang memiliki ruang baca bagi tunanetra. Keberadaannya itu sesuai dengan Visi Gubernur, rakyat tidak bodoh.

Dijelaskannya, saat ini buku-buku khusus tunanetra tersebut sekitar 750 buku yang diperoleh dari bantuan pusat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan pihak lain. Jumlah bu-buku itu akan lebih ditingkatkan lagi tahun berikutnya.

Kebaradaan ruang baca khusus tunanetra ini menurut Syaiful  masih dalam tahap publikasi. Diharapkan masyarakat Sumatera Utara khususnya tuna netra mengetahui bahwa perpustakaan daerah dilengkapi fasilitas ruang baca tunanetra.

“Untuk tidak membedakan antara tunanetra dengan pengunjung lainnya, ruangan bacanya tidak dipisahkan. Dengan demikian di mata kami pengunjung itu semuanya sama yang membedakannya hanya tulisan braile,” tegas Syaiful.

Sementara Kepala Bidang Layanan Baperasdasu J Saragih mengatakan, pengunjung dari pihak tunanetra tampak antusias dengan adanya ruang baca tersebut,meski sampai saat ini yang menjadi anggota perpustakaan daerah untuk tunanetra belum mencapai 10 orang, karena keberadaannya dibuka akhir Juli lalu. “Kami sudah cukup senang dengan adanya ruang baca ini, memotivasi minat baca tidak hanya orang normal, namun juga tunanetra,” kata Saragih.(aje)

Sumber:

http://beritasore.com/2009/08/11/tunanetra-ikuti-lomba-baca/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s