About


PUSAT STUDI INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS  SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2009 – 2029


Visi :

Enlighting and Empowering  People with Special Needs

Misi :

Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai individu berkebutuhan khusus (IBK); meningkatkan kesadaran/kepekaan masyarakat terhadap IBK; memberdayakan orangtua, guru, dan IBK agar komunitas IBK dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya; melakukan penelitian yang berkaitan dengan pemberian informasi serta pemberdayaan orangtua, guru,dan IBK; serta melakukan kerja sama untuk pengembangan dan pelayanan yang terkait dengan IBK

Sasaran PSIBK:

  • Sasaran PSIBK Jangka Panjang (15-20 th):

Menjadi tempat berkualitas yang mampu menyediakan bahan-bahan kajian dan tenaga ahli yang siap membantu masyarakat umum maupun sekolah-sekolah  luar biasa di Indonesia.

  • Sasaran PSIBK Jangka Menengah (10-15 th):

Menjadi tempat bagi masyarakat umum maupun mahasiswa FKIP dan Psikologi untuk mendalami individu berkebutuhan khusus (dengan fokus pada tuna rungu) sehingga nantinya mereka siap melayani dan mengembangkan potensi  IBK secara optimal.

  • Sasaran PSIBK Jangka Pendek (5-10 th):

Mampu mengembangkan kurikulum pelatihan guru di tingkat sekolah dasar berdasarkan riset dan melakukan on the job training untuk para guru tuna rungu  (selama 3 tahun ke depan dengan biaya dari Viataal).

Untuk mencapai sasaran jangka pendek diperlukan Term Of Reference

Latar Belakang:

  1. Keprihatinan terhadap kualitas guru  anak tuna rungu pada umumnya, sementara Jurusan PLB tdk siap memberikan bekal mengajar di depan kelas bagi anak tuna rungu.
  2. Yang mau ditransferkan adalah suatu skill mengajar bukan suatu konten materi kurikulum. Perbedaan untuk setiap jenjang terletak pada pengembangannya (maksudnya?) namun ada suatu prinsip yang sama yg bisa diterapkan di setiap jenjang, misalnya metode interaksi dan komunikasi.
  3. Kita tergerak untuk meningkatkan kompetensi guru tunarungu dalam mentransfer pengetahuan kepada peserta didik yang mengalami keterbatasan bahasa sehingga dapat mengembangkan potensi optimal mereka.

Berdasarkan Latar Belakang maka ada beberapa aktivitas yang akan dilakukan, yaitu:

Riset

sebagai bahan untuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan training. Mencakup materi-materi yang dianggap esential bagi pengembangan kurikulum dan training yang sesuai. Perlu dilakukan suatu survei untuk melihat keadaan di lapangan sebagai data awal (base line) sekaligus melakukan needs assesment.

Tema-tema riset tersebut antara lain:

  • Kompetensi guru, sampai saat ini belum ada data seperti apakah kompetensi guru tunarungu di Indonesia. Data penelitian semacam ini penting digunakan sebagai dasar untuk menyusun kurikulum pelatihan.
  • Di samping itu data kompetensi guru di Indonesia juga akan dibandingkan dengan data kompetensi guru Viataal.Need Assesment bagi komunitas tuna rungu. Need Assesment ini bisa dilakukan ke SLB atau kekomunitas tuna rungu.
  • Perkembangan sosial emosi anak tuna rungu
  • Pengembangan program bimbingan pada anak/remaja tuna rungu,
  • Kesulitan/hambatan keluarga yang memiliki anak tunarungu (family support).

Pengembangan Kurikulum Pelatihan (on the job training terutama untuk guru tuna  rungu).

Tujuan dari pengembangan kurikulum pelatihan ini adalah:

  • untuk meningkatkan kompetensi guru tunarungu dalam mentransfer pengetahuan kepada peserta didik yang mengalami keterbatasan bahasa sehingga dapat mengembangkan potensi optimal mereka.
  • untuk dapat mengembangkan kompetensi dasar yang memberikan bekal bagi guru anak tunarungu di setiap jenjang pendidikan

Training

Menyelenggarakan traning untuk meningkatkan kompetensi trainer dan  guru sesuai dengan pengembangan kurikulum yg telah ditulis di no.2.

Kebijakan Umum Implementasi

Agar Rencana Strategis 2009 – 2029 PSIBK dapat terlaksana secara optimal maka perlu disampaikan kebijakan-kebijakan umum yang dijadikan pedoman umum dalam pengambilan setiap keputusan.

Kebijakan-kebijakan itu meliputi:

  1. mengacu pada Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma,
  2. mempertimbangkan Renstra Universitas pada setiap periodenya,
  3. vitalisasi spiritualitas Ignasian: menjadikan spiritualitas Ignasian sebagai jiwa cara bergerak PSIBK,
  4. outward looking: segala perancangan dan pelaksanaan pelayanan yang diberikan PSIBK berorientasi kepada kepentingan-kepentingan  stakeholders / pihak luar dengan memanfaatkan secara optimal potensi internal.

Penyesuaian

Agar pelaksanaan renstra dapat berjalan secara efektif, maka beberapa hal berikut perlu ditinjau dan disesuaikan:

  1. budaya organisasi: unggul (majis), humanis, profesional,
  2. struktur organisasi: peninjauan struktur organsisasi dimaksudkan agar terjamin kelancaran implementasi renstra dan adaptif terhadap perubahan lingkungan luar,
  3. kepemimpinan: gaya kepemimpinan bersifat visioner, demokratis, komunikatif, kolaboratif dengan pihak eksternal,
  4. reward system: kombinasi ketentuan pemerintah (seniority system) dan prestasi (merit system),
  5. sistem administrasi: berciri lengkap, akurat, efisien, terintegrasi, berbasis teknologi informasi,
  6. alokasi sumber daya: berbasis aktivitas, optimalisasi aliansi strategik, pemanfaat outsourcing sejauh diperlukan.

5 responses to “About

  1. Pingback: Anak Cerdas Berbakat Minim Perhatian « Psibkusd's Blog

  2. Pingback: Handicapped Gifted « Psibkusd's Blog

  3. Saya org tua safiyah ( tunarungu) , bth pengetahuan lbh lg ttg mendidik abk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s