Terapi Gen Atasi Tuli Sejak Lahir

Jumat, 29 Agustus 2008 | 04:20 WIB

TERAPI gen berpotensial merestorasi alat pendengaran. Demikian penelitian atas tikus mencit yang dilakukan ilmuwan Amerika Serikat. Penelitian ini memberi harapan bagi mereka yang mengalami penurunan pendengaran.

Tim Oregon ini menemukan bahwa transfer gen menyebabkan diproduksinya sel-sel rambut yang merupakan bagian esensial dalam telinga bagian tengah untuk menginterpretasi suara. Pada mereka yang pendengarannnya normal, sel-sel rambut cochlear mengonversi suara menjadi signal listrik yang akhirnya akan ditransmisikan menuju otak.

Sekali sel-sel itu itu rusak atau hilang, mereka tak akan bisa diganti secara alami. Menurut Royal National Institute for Deaf People (RNID) ada sekitar sembilan juta orang yang menderita tuli atau telinga berdenging di Inggris.

Kebanyakan dari mereka mengalami kehilangan pendengaran secara bertahap seiring bertambahnya usia yang disebabkan oleh menghilangkan sel-sel rambut pada bagian cochlear.

Paparan suara yang berlebihan dengan frekuensi tinggi juga menjadi salah satu sebab rusaknya sel-sel rambut ini. John Brigande dan timnya dari Oregon Health and Science University menunjukkan, setidaknya pada tikus-tikus yang belum lahir, terapi gen dapat digunakan untuk memicu tumbuhnya sel-sel yang bakal menjadi sel-sel rambut.

Terapi gen menggunakan satu virus yang tidak berbahaya yang dimasukkan kopi-kopi gen kunci ke dalam sel-sel yang kemudian mereplikasinya. Gen kunci yang digunakan oleh tim Oregon adalah Atoh1 yang merupakan bagian terpenting bagi tumbuhnya sel-sel rambut.

Sel-sel Atoh1 ini fungsinya sangat mirip dengan sel-sel rambut. “Kemampuannya yang mirip dengan sel-sel rambut merupakan langkah awal yang penting, yang bisa digunakan untuk manusia mengatasi gangguan telinga,” ujar para peneliti.

Jadi terbuka kemungkinan bahwa sel-sel ini digunakan untuk manusia. Dan yang lebih penting, perbaikan cochlear ini tanpa menggunakan mesin atau alat listrik. Sekarang ini, sebenarnya sudah ada alat yang bisa ditanam (implan cochlear) dalam telinga dan berfungsi merangsang saraf pendengaran secara langsung.

Implan ini tidak merestorasi pendengaran menjadi normal tetapi memberi sensasi suara saja. Andy Forge, profesor biologi sel pendengaran dan penasihat Deafness Research UK mengatakan “Meski masih perlu diteliti, penelitian atas terapi gen memberi harapan bagi mereka yang tuli sejak lahir (congenital deafness) untuk bisa mendengar kembali.”

Sekitar 2000 anak tuli sejak lahir. Terapi ini menurut Andy sangat bermanfaat dan penting. Dr. Mark Downs dari RNID mengatakan “Perkembangan ini sangat luar biasa, membuat kita makin bersemangat dan kagum bahwa ternyata terapi gen bisa mengatasi gangguan pendengaran.”

ABD
Sumber :

http://www.kompas.com/read/xml/…/terapi.gen.atasi.tuli.sejak.lahir.htm

2 responses to “Terapi Gen Atasi Tuli Sejak Lahir

  1. saya ali dari aceh. saya ada baca artikel tentang terapi gen untuk gangguan pendengaran. dimana bisa dilakukan? dan berapa biayanya

    • maaf,, kami baru bisa membalas krn beberapa minggu ini kami disibukkan dgn agenda pelatihan utk guru tunarungu shg belum sempat utk membuka blog.
      nanti akan kami usahakan utk memberikan informasi mengenai terapi tersebut. namun, kami juga belum bisa menjajikan krn pihak kami sendiri masih mengurusi pelatihan, tapi kami akan usahakan.
      terimakasih utk pertanyaanya dan salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s