“The Deaf” Tidak Selalu Memiliki “Deaf Personality”

WARTA

15 Oktober 2008 | 11:10:09

“The Deaf” tidak selalu memiliki “deaf personality”. Penyandang gangguan pendengaran atau yang disebut awam sebagai tuna rungu tidak selalu memiliki kepribadian tuna rungu, seperti menarik diri dari lingkungan, berapresiasi negatif terhadap diri sendiri, cenderung depresi, terlalu sensitif, atau memiliki kepribadian negatif lainnya. Demikian dikatakan Dr. T. Priyo Widianto, Kepala Pusat Kajian Tuna Rungu Universitas Sanata Dharma dalam seminar internasional ”Optimalisasi Pendidikan Tunarungu di Indonesia” yang diadakan di Kampus 2 Mrican Selasa (14/10). Menurut Priyo mempelajari dan meneliti sikap penyandang gangguan pendengaran merupakan hal yang sangat penting. Pemahaman akan sikap mereka akan memudahkan proses pendampingan dan pendidikan.

Dalam makalahnya yang berjudul ”Kepribadian Tunarungu” Priyo memaparkan hasil penelitiannya kepada para peserta seminar yang terdiri dari guru SLB, dosen dan mahasiswa psikologi, BK, dan PLB, serta orang tua anak tuna rungu bahwa persepsi orang terhadap anak tuna rungu ternyata tidak seratus persen benar, bahkan bisa salah. Dengan melakukan interview terhadap anak tuna rungu di SLB Dena Upakara Wonosobo Priyo menyatakan bahwa ternyata anak-anak tuna rungu yang diberi pendidikan dan pendampingan yang baik dan efektif tidak akan memiliki kepribadian ”deaf personality”. Deaf personality ini seperti yang dipersepsikan oleh kebanyakan orang, yaitu depresi, menarik diri dari lingkungan, berpikir negatif, terlalu optimis, tegang, enggan untuk dididik, sensitif, kuatir berlebihan dalam bekerja, atau reaksi eksentrik.

Seminar ini merupakan kerja sama antara Pusat Kajian Tunarungu USD dengan Viataal International Belanda dan Yayasan Dena Upakara Wonosobo. Seminar ini juga menampilkan pembicara lain yaitu Drs. Nicoline dari Viataal International dengan topik ”Education for the Deaf and the Blind”, Dr. Pujo Widodo, Sp.THT dengan judul ”Anatomi Telinga”, Sr. Antonie Ardatin, PMY dari Dena Upakara dengan topik ”Pendidikan Oral untuk Anak Tunarungu”, Arnold PT ABDI Team dengan topik ”Teknologi Alat bantu bagi Kaum Tunarungu dan Buta-Tuli”. (Tti)

Sumber:

http://www.usd.ac.id/fapro.php?l=aG9tZV9iZXJpdGE=&v=w&a=531&fp=f

One response to ““The Deaf” Tidak Selalu Memiliki “Deaf Personality”

  1. Menurut saya,,pasti akan menyenangkan bila kita bisa memahami dunia anak tuna rungu dan bisa memberikan bantuan untuk apa yang mereka butuhkan bagi perkembangan kepribadian mereka..Akan sangat membanggakan jika kepribadian mereka berkembang positif seperti anak normal lainnya,.Semangat!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s