ADHD

ADHD atau Attention Defisit Hyperactivity Disorder merupakan suatu pola perilaku seseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak menaruh perhatian dan imulsif (semaunya sendiri), Taylor 1998. Diketahui berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada sebuah Sekolah Dasar di Jogja bahwa terdapat kemungkinan sebesar 85,7 % bahwa anak tersebut termasuk anak yang mengalami ADHD. Diantaranya beberapa karakteristik yang menggambarkan anak dengan ADHD, yaitu sering mendapat kesulitan untuk tetap memperhatikan yaitu ketika mengikuti pembelajaran perhatian anak sangat mudah teralihkan, tidak berkonsentrasi, dan banyak bergerak sehingga tidak mampu menyelesaikan tugasnya.

            Anak yang memiliki kecenderugan ADHD sering mendapat kesulitan untuk mengatur tugas atau kegiatan, jadi anak tersebut harus didampingi saat mengerjakan tugas, terkadang anak mampu bertahan hanya dalam waktu yang sangat singkat, kemudian ditinggal bermain. Dalam menjalin relasi dengan teman sebayanya, anak dengan ADHD tetap mampu untuk membangun interaksi dengan temannya, namun terkadang menurut seorang guru pendamping, anak masih memiliki ego yang tinggi hal ini sehingga menyulitkannya untuk berinteraksi dengan teman sebayanya.

            Pencapaian prestasi belajar pada anak dengan kecenderungan ADHD masih banyak ditemui masalah, masalah tersebut seperti saat guru pendamping memerintahkan anak untuk menulis materi yang telah di jelaskan di papan tulis, anak tersebut tidak mau menulisnya dan saat guru mulai memberikan tugas untuk dikerjakan, anak tersebut tidak mau mengerjakan dan menyelesaikan tugasnya.

            Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, anak yang memiliki ADHD sering marah saat apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan keinginannya, kemudian anak tersebut akan melemparkan benda-benda yang ada disekitarnya untuk menunjukkan bahwa dia sedang marah. Dalam menangani anak dengan ADHD guru pendamping tersebut menanganinya dengan cara menenangkan sang anak, kemudian mendekatinya, melakukan apa yang dia inginkan dan apa yang dia senangi, ikut bermain dengan sang anak, menegurnya dengan cara yang lembut agar sang anak tidak salah pengertian dalam menangkap maksud dari guru pendampingnya. Pada dasarnya anak dengan ADHD membutuhkan pendampingan yang lebih.

Poster ABK ADHD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s