Horeeee, Dokternya Ada Dua….

Ayo, mulutnya dibuka ya. Wah, harus rajin sikat gigi ni, nanti giginya bolong lho” sahut drg. B. Sari Prasetyati.

***

Hari itu, Rabu 29 Mei 2012 tepat pukul 08.00 pagi, rombongan PSIBK USD kembali melakukan kunjungan ke SLB Marganingsih, Yogyakarta. Kunjungan kali ini dilakukan oleh Gita Dwiputri, Ellisa Briyandhanie, dr.FX Wikan dan seorang dokter gigi bernama drg B.Sari Prasetyati yang juga ikut “meramaikan” program pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tim PSIBK USD.

Suasana sekolah pagi itu masih sama seperti saat pertama tim PSIBK USD melakukan kunjungan di bulan Maret lalu. Bangunan sekolah masih dalam suasana renovasi. Namun wajah penuh semangat dan keceriaan masih ditunjukkan oleh siswa/i SLB Marganingsih.  Tidak mau kalah dengan anak-anak tersebut, kami segera memulai tugas kami yaitu melakukan pelayanan kesehatan yang dipimpin oleh dr Wikan diikuti drg.Sari.

Tiba-tiba dokter Sari berkata “Wah, de’e iso njupuk handphoneku ki (Wah, dia bisa ngambil handphoneku)’, sambil tertawa dan menunjuk salah seorang anak laki-laki. Memang hari itu, kami sempat disambut oleh seorang anak laki-laki yang sedang serius mendengarkan musik dari handphone-nya sambil berusaha mencari handphone lain di  setiap kantong rombongan PSIBK yang datang.

Kali ini pelayanan kesehatan tidak hanya seputar kesehatan badan namun juga kesehatan mulut yang dipandu oleh drg. B. Sari Prasetyati.  “Ayo, mulutnya dibuka ya. Wah, harus rajin sikat gigi ni, nanti giginya bolong lho”, itulah sepenggal kata yang seringkali diucapkan dokter Sari setelah memeriksa keadaan gigi anak-anak. Merasa tertarik, beberapa anak lalu mengambil tempat duduk tepat disekitaran dokter Wikan dan dokter Sari. Mereka dengan antusias menunggu dan bersiap untuk diperiksa oleh kedua dokter tersebut. “Benar, ini nama kamu? (sambil menunjuk ke map)” tanya dokter Wikan ke setiap anak yang akan ia periksa. Beberapa anak mengangguk sembari mengucapkan namanya dengan lancar dan memberikan senyuman ketika dokter akan memeriksa mereka. Namun seorang anak perempuan yang masih takut terhadap sosok seorang dokter justru berlari keluar ketika dokter akan melakukan pemeriksaan kepadanya.

Pelayanan kesehatan berakhir pukul 09.00 pagi. Seperti biasa, para dokter kemudian mencatat semua hasil rekam medis siswa/i SLB Marganingsih. Diakhir pertemuan, dokter Sari sempat berpesan kepada guru untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan mulut khususnya yang memiliki gigi bolong. Setelah selesai melakukan pelayanan kesehatan yang menyenangkan, kami pamit pulang ditemani sebungkus tiwul (makanan khas Gunung Kidul) di genggaman kami. Terima kasih SLB Marganingsih, sampai berjumpa kembali. (EB)

*NB : foto kegiatan menyusul ya kawan blogger…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s