Alternatif Tunarungu, Alat Bantu Dengar Modern Dipasang di Gigi

15 September 2011 / 10.30 WIB

Ternyata kawat gigi bisa dijadikan alat bantu penderita tunarungu mendengar. Solusi inovatif bagi mereka yang terganggu pendengarannya.

Ilmuwan AS bekerjasama dengan perusahaan teknologi Sonitus Medical mengembangkan sebuah perangkat yang bisa membantu para tunarungu.

Jika pada umumnya alat bantu pendengaran dipasang di telinga, maka perangkat baru ini dipasang pada gigi seperti memakai kawat gigi. Gadget ini mengantar suara melalui alat yang dijepitkan di gigi dan mengirim suara melalui tulang muka ke pusat indera pendengaran.

Berbeda dengan alat bantu dengar konvensional yang dimasukkan ke liang telinga, kini tersedia alat bantu dengar modern yang dipasang di gigi sehingga tidak akan mengganggu penampilan.

Alat bantu dengar termutakhir yang disebut SoundBite ini bekerja dengan mengantarkan suara lewat tulang rahang ke dalam telinga. Alat berukuran kecil ini diletakkan di bagian atas kanan atau kiri geraham. Soal ukuran tidak perlu khawatir karena tiap alat didesain khusus (custom) pada tiap pasien.

Jika alat bantu dengar konvensional menggunakan hantaran udara untuk meningkatkan volume suara yang ada di udara, SoundBite menggunakan pendekatan konduksi tulang. Alat ini akan mengirimkan getaran suara melalui gigi dan tulang secara langsung ke koklea melewati telinga tengah dan dalam.

Perusahaan pembuat alat ini, Sonitus Medical, mengatakan, mekanisme penggunaan konduksi tulang ini merupakan yang pertama kali dipakai dalam alat nonbedah. SoundBite kini sudah disetujui badan kesehatan di seluruh Eropa.

Walaupun terlihat nyaman, The Royal National Institute for Deaf People, Inggris, mengatakan, alat ini belum tentu cocok untuk semua orang yang memiliki masalah pendengaran.

Kawat Gigi Bantu Tunarungu Mendengar

Sound-Bite bekerja dengan memanfaatkan teknik konduksi tulang untuk memperbesar suara. Teknik ini mulai sering digunakan untuk membantu tunarungu berkomunikasi. Pasalnya, telah terbukti bahwa tulang sangat baik dalam penyampaian suara dalam tubuh. Demikian keterangan yang diberitakan dari Daily Mail.

Alat bantu dengar tradisional umumnya menguatkan suara-suara di udara sebelum disampaikan ke lubang telinga dan mencapai gendang telinga. Saat menyentuh gendang telinga, suara-suara ini akan menimbulkan getaran yang disalurkan melalui tulang kecil ke bagian dalam telinga bernama rumah siput.

Cairan di dalam rumah siput lalu bergerak, menstimulasi sel-sel rambut kecil yang kemudian memberi sinyal-sinyal ke saraf pendengaran yang bergerak ke otak. Sayangnya proses ini tidak bisa terjadi pada semua tunarungu.

Berbeda dengan Sound-Bite, alat ini terdiri dari alat bantu dengar dalam bentuk klip kecil yang ditempelkan di bagian belakang telinga. Alat ini mengolah suara yang tertangkap dan mengirimkan sinyal ke alat kedua yang dipasang di mulut, menyerupai kawat gigi. Saat mendapatkan sinyal dari perangkat di telinga, kawat di gigi akan mengubahnya menjadi getaran-getaran lembut yang disampaikan ke gigi, lalu ke tulang pipi lalu ke rumah siput di bagian dalam telinga. Getaran ini selanjutnya diterjemahkan oleh saraf pendengaran dan dikirimkan ke otak.

Para perancangnya berharap, Sound-Bite bisa menjadi alternatif bagi tunarungu yang tidak bisa menggunakan alat bantu dengar konvensional. (fn/km/lf)

Sumber : http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/40890-alternatif-tunarungu-alat-bantu-dengar-modern-dipasang-di-gigi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s