Tim Pusat Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) Universitas Sanata Dharma Menghadiri ICED 2010 di Vancouver, Kanada

Kamis, 16 September 2010 / 10.15 WIB

Posts by PSIBK USD

Lima orang dari PSIBK, yaitu  Tjipto Susana, Sylvia Murtisari, Setyandari, Sr Wahyu, dan Priyo Widiyanto pada tanggal 17 sampai dengan 23 Juli 2010, berada di Vancouver Canada menghadiri International Congress on The Education of The Deaf.

Sebagai wakil dari PSIBK saya cukup bangga karena dari PSIBK bisa mempresentasikan dua paper sekaligus. Paper pertama berkaitan dengan: Improving the quality of teachers of the deaf in Indonesia: a partnership approach, disajikan oleh Priyo Widiyanto dan Paper kedua berkaitan dengan:  Efforts to improve competency of teachers of the deaf: Sharing experience of the study center for individuals with sprecial needs, disajikan oleh Sylvia Murtisari. Di samping itu pertemuan dengan wakil dari 62 negara membuka wawasan yang sangat luas untuk pengembangan PSIBK maupun pengembangan komunitas tunarungu di Indonesia.

Di dunia ini ada kurang lebih 70 juta tunarungu, sebagian dari mereka tinggal di negara berkembang dengan kesejahteraan dan pengakuan yang masih rendah. Di negara-negara Afrika tunarungu masih menjadi komunitas yang terpinggirkan, untuk mendapatkan pengakuan mereka harus berjuang keras. Di negara maju, tunarungu sudah mendapat pengakuan baik secara politis, ekonomis, maupun pendidikan. Oleh karena itu tidak mengherakan bila mereka bisa menjadi pejabat, pengusaha besar, dan profesor disebuah universitas. Di negara maju masyarakat normal sudah bersedia mempelajari sign language sehingga kaum tunarungu lebih mudah berkomunikasi dengan orang normal mendengar.

Di negara berkembang kaum tunarungu menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu tantangan internal (dari dalam diri mereka sendiri) dan tantangan eksternal (politik, ekonomis, pendidikan, dan budaya) yang belum berpihak pada mereka. Di negara maju kaum tunarungu tinggal menghadapi tantangan dari dalam diri mereka sendiri bila ingin maju. Hal ini disebabkan tantang eksternal bisa dikatakan sudah tidak ada lagi. Mereka sudah diberi kesempatan dan fasilitas oleh pemerintah agar mereka berkembang dalam berbagai bidang yang mereka sukai. Tantangan di Indonesia hampir mirip dengan tantangan di negara berkembang lainnya, yaitu mendapatkan pengakuan atas keberadaan mereka sehingga mereka tidak menjadi komunitas yang terpinggirkan. Di Indonesia diperkirakan minimal setiap tahun ada kelahiran bayi yang mengalami hearing impairment sekitar 5000 kelahiran.

Dalam pertemuan dengan berbagai kelompok, terungkap bahwa program studi yang berkaitan dengan tunarungu (deaf study dan deaf education) pada awalnya ada yang berasal dari sebuah Pusat Studi. Ada 1 program studi tunarungu di sebuah universitas di Afrika, Amerika, dan Thailand yang pada awal mulanya adalah sebuah Pusat Studi. Perlu waktu sekitar 10 sampai 15 tahun sebuah Pusat Studi berkembang menjadi sebuah program studi. Program studi yang berkaitan dengan tunarungu ada yang dibawah fakultas Sastra, Pendidikan, maupun Psikologi, bahkan universitas di Canada ada yang memiliki program studi teknik informatika yang mengkhususkan diri pada kebutuhan tunarungu.

Kehadiran Staf PSIBK di ICED2010 tentu menambah wawasan mereka. Diharapkan mereka semakin mampu mengembangkan program-program yang disusun agar semakin berdaya guna bagi peningkatan kualitas pendidikan tunarungu di Indonesia. Pada saat ini tim PSIBK sedang merancang program pelatihan bagi guru tunarungu. Semoga perkembangan dan kemajuan PSIBK semakin memantabkan Universitas Sanata Dharma menjadi universitas yang cerdas dan humanis bagi semua orang termasuk yang berkebutuhan khusus.

Ditulis oleh : Bapak Priyo Widiyanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s