Tag Archives: Pelatihan Guru

PELATIHAN GURU SLB/B (TUNARUNGU) TAHAP KEDUA SUKSES DILAKSANAKAN OLEH PSIBK DAN KENTALIS

Jumat, 18 Februari 2011 /12.30 WIB

Posts by PSIBK

Pelatihan peningkatan kompetensi guru lanjutan atau tahap kedua telah selesai dilaksanakan. Pelatihan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 09 sampai dengan 28 januari 2011 bertempat di Hotel Satya Nugraha, Yogyakarta. Dalam pelatihan ini, trainer yang didatangkan dari Kentalis-Belanda adalah Ms. Jeanne Berkelemans, Ms. Nancy De Ruiter dan Ms. Julia van Grivsen. Selain itu, beberapa co-trainer juga dihadirkan dalam pelatihan ini, mereka adalah Bapak Anton Subarto, Ibu Agnes Indar Etikawati dan Ibu Retno Priyani.

Dalam pelatihan ini, peserta menerima materi dari trainer dan co-trainer yang ada. Materi tersebut disajikan dalam bentuk presentasi. Praktek dan kunjungan ke beberapa tempat yang terkait degan materi yang sedang dibicarakan. Kunjungan praktek dilakukan ke dua tempat, yaitu ke SLB/B Karnamanohara dan Optik Melawai. Dalam kunjungan tersebut, peserta didampingi oleh trainer dan co-trainer serta panitia. Kunjungan ini menjadi satu sarana untuk menjembatani kerjasama ke depannya dan sekaligus sarana praktek bagi para peserta pelatihan. Mereka tidak hanya menerima materi dalam bentuk presentasi, tetapi juga melihat secara langsung di lapangan.

Selama kurang lebih tiga minggu para peserta berkutat dengan berbagai materi pelatihan. Tibalah saat untuk berpisah. Namun, para peserta tidak sekedar membawa pulang berbagai materi sebagai ilmu yang baru, tetapi juga membawa pekerjaan rumah yang wajib mereka kerjakan. Para peserta tersebut diberi tanggungjawab untuk menyelesaiakan tugas rumah dan akan dibahas pada pelatihan yang akan datang. Pelatihan tahap ketiga akan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli tahun 2011. Secara keseluruhan, pelatihan tahap kedua berjalan dengan lancar. Semoga pelatihan tahap berikutnya juga dapat berjalan dengan sukses. (ewd)

Ditulis oleh : Elisa Wahyu D.

PSIBK Universitas Sanata Dharma Punya Gawe bareng Kenthalis International, Belanda

Rabu, 03 November 2010 / 12.00 WIB

Posts by PSIBK USD

Pada tanggal 18 hingga 22 Oktober 2010, PSIBK USD bekerjasama dengan Kenthalis dari Belanda mengadakan pelatihan bagi para guru tunarungu. Pelatihan ini merupakan realisasi dari pertemuan yang sebelumnya telah dilakukan oleh kedua belah pihak serta beberapa perwakilan dari sekolah yang ditunjuk. Pihak PSIBK bertanggungjawab penuh karena acara ini diadakan di kampus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Acara ini dilaksanakan di Gedung Pusat, Universitas Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta. Pembicara yang dihadirkan dalam acara ini terdiri dari beberapa ahli dari Belanda dan Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang memang memiliki keterikatan dengan dunia ketunarunguan dan sudah berpengalaman di bidangnya.

Acara ini diselenggarakan selama lima hari dan terbagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama (hari Senin dan Selasa, 18-19 Oktober) digunakan untuk pengenalan mengenai sejarah ketunarunguan baik di Indonesia maupun di dunia. Sesi kedua berlangsung dari hari Rabu hingga Jumat (20-22 Oktober) dan dikhusukan bagi para guru yang menjadi calon mentor. Calon ini terdiri dari 16 guru yang mewakili beberapa sekolah, antara lain SLB/B Santi Rama (Jakarta), SLB/B Bhakti Luhur (Malang), SLB/B Pangudi Luhur (Jakarta), SLB/B Karya Bakti (Wonosobo), SLB/B Dena Upakara (Wonosobo), SLB/B Karnamanohara (Sleman, DIY), SLB/B Negeri Semarang (Semarang) dan SLB/B Wiyata Dharma (Sleman, DIY). Masing-masing sekolah tersebut diwajibkan untuk mengirimkan dua orang guru.

Pelatihan ini akan berjalan secara bertahap selama dua tahun. Para mentor yang terdiri dari 16 guru tersebut nantinya akan menjadi pendamping bagi guru lainnya yang dikirim oleh sekolah untuk mengikuti pelatihan di PSIBK Universitas Sanata Dharma. Pada bulan Oktober ini, pelatihan yang diadakan merupakan awal dari keseluruhan program sehingga masih berupa pengenalan terlebih dahulu. Selain itu, dalam kesempatan ini pihak penyelenggara juga mengupayakan agar terjalin suatu komitmen dengan para peserta, khususnya calon-calon mentor, agar selama dua tahun ke depan mereka sanggup untuk mengikuti rangkaian pelatihan ini. Secara keseluruhan, acara ini berlangsung dengan lancar. Pelatihan ini akan dilanjutkan pada bulan Januari 2011. Pada pelatihan lanjutan tersebut direncanakan masih akan mendatangkan pembicara dari Kenthalis dan beberapa dosen dari USD maupun UGM. Semoga pelatihan di bulan Januari yang akan datang dapat berjalan dengan lancar. (ewd)

 

Ditulis oleh : Elisa Wahyu D.

Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Kompetensi Guru di Sekolah Tunarungu

Kamis, 16 September 2010 / 11.45 WIB

Posts by PSIBK USD

Pada tanggal 30 Agustus 2010 Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus-Universitas Sanata Dharma (PSIBK-USD), mengadakan kegiatan sosialisasi Program Peningkatan Kualtas Kompetensi Guru Di Sekolah Tunarungu. Dalam sosialisasi tersebut hadir seluruh tim PSIBK-USD dan seluruh tamu undangan yang terdiri dari:

  1. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah-SLB/B Santi Rama- Jakarta
  2. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah-SLB/B Pangudiluhur-Jakarta
  3. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah-SLB/B Dena-Upakara-Wonosobo
  4. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah-SLB/B Don-Bosco-Wonosobo
  5. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah-SLB/B Bhakti Luhur-Malang
  6. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah-SLB/B Karna Manohara-Jogyakarta
  7. Kepala SLB/B Negeri Semarang
  8. Kepala SLB/B Widya Dharma-Tempel-Sleman

Pelatihan yang dirancang oleh tim PSIBK dan Kentalis Internasional-The Nederlands ini memang berdurasi panjang, yaitu selama dua tahun. Oleh karena berdurasi panjang maka diperlukan komitmen tinggi, baik pada tim PSIBK maupun para peserta pelatihan. Pelatihan untuk tahap pertama ini baru melibatkan 8 sekolah. PSIBK memang mendesain pelatihan ini dalam kelompok kecil sehingga kualitas pelatihan bisa terkontrol dengan baik. Para trainer nantinya sebagian akan berasal dari para dosen FKIP dan Psikologi USD yang telah mendapatkan tambahan wawasan tentang ketunarunguan dari tim Kentalis Internasional-The Nederlands. Di samping itu juga akan melibatkan para mentor  terdiri dari guru-guru berkualitas yang berasal dari ke delapan sekolah di atas. Para mentor ini nantinya akan menjadi pendamping bagi guru lainnya yang dikirim oleh sekolah mengikuti pelatihan di PSIBK Universitas Sanata Dharma.

Peserta pelatihan, dan sekolah nantinya akan menandatangi MOU untuk komitmennya mengikuti pelatihan yang diadakan hasil kerjasama antara PSIBK dan Kentalis-International-The Nederlands. Sebuah model pelatihan bagi peningkatan kualitas kompetensi guru di sekolah tunarungu sedang akan dijalankan bersama delapan sekolah yang sungguh peduli terhadap peningkatan kualitas peserta didik tunarungu. Semoga pelatihan yang merupakan perwujudan dari moto USD cerdas dan humanis ini bisa berjalan lancar. (pw)

Ditulis oleh : Bapak Priyo Widiyanto

Perlu Pelatihan Khusus untuk Guru

Sekolah Inklusi Butuh Pengajar

Rabu, 3 Maret 2010 | 04:55 WIB

Jakarta, Kompas – Pemerintah berencana memberikan pelatihan khusus tentang konsep pendidikan inklusi dan penanganan anak dengan kebutuhan khusus bagi kepala sekolah dan guru. Selama ini anak-anak berkebutuhan khusus kerap ditolak oleh pihak sekolah.

Demikian dikemukakan Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Kementerian Pendidikan Nasional Eko Jatmiko Sukarso di Jakarta, Selasa (2/3).

”Tidak semua sekolah umum mau menerima anak-anak dengan kebutuhan khusus. Alasannya, tidak ada guru khusus yang bisa menangani mereka dan sarana prasarana kurang memadai. Padahal, sistem pendidikan inklusi harus dilaksanakan semua sekolah,” kata Eko.

Keengganan mengakomodasi anak berkebutuhan khusus disebabkan tidak adanya kesadaran dan minimnya pemahaman tentang pendidikan inklusi. ”Pelatihan konsep pendidikan inklusi bertujuan agar guru di sekolah umum mau mengajar anak dengan kebutuhan khusus. Jadi, bukan kurikulum baru,” ujar Eko.

Wagimantoro, guru SLB Manunggal Bhakti Jakarta, mengungkapkan, masih banyak sekolah—terutama di kota besar—tidak mau menerima anak berkebutuhan khusus. Padahal, ”Anak-anak normal di daerah justru lebih toleran,” ujarnya.

Padahal kebutuhan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus di daerah sangat tinggi karena SLB masih terbatas di kota-kota. Sekolah inklusi sangat penting bagi mereka di daerah yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

”Di daerah pinggiran banyak sekolah kekurangan guru pendidikan luar biasa. Guru SLB harus pontang-panting menjadi sukarelawan di sekolah-sekolah inklusi setiap hari,” kata Wagimantoro.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengemukakan, konsep pendidikan inklusi harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pelatihan guru.

Terkait konsep pelatihan guru, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Suyanto mengatakan, konsep pendidikan inklusi sudah ada dalam kurikulum jurusan pendidikan luar biasa di UNJ. Sejak lima tahun lalu, UNJ memandu sekolah dasar umum yang menjadi sekolah inklusi.

”Guru-guru sekolah inklusi kami dampingi untuk berbagi pengalaman. Ini semacam pemberian pengetahuan dasar untuk guru tentang konsep pendidikan inklusi,” kata Bedjo. (LUK)

Sumber:

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/03/04552754/perlu.pelatihan.khusus..untuk.guru